22 Juni 2012

Baturraden: Tempat Pelarian Terdekat dari Rumah

Gunung Slamet adalah yang terbesar di Pulau Jawa dan yang tertinggi di Jawa Tengah.
Kerumunan orang terlihat sedang mengantre di sebuah stasiun kecil di ujung utara kota Purwokerto. Ternyata mereka hendak menuju tempat wisata Baturraden dengan menggunakan cable car! Sayangnya itu hanya merupakan imajinasi dari sang penulis. Andai kata benar dibangun fasilitas kereta gantung seperti di Genting Highland atau Penang Hill, maka saya yakin Baturraden akan semakin mengundang banyak turis internasional maupun domestik untuk datang. Dewasa ini tempat wisata yang terletak di lereng Gunung Slamet itu adalah tempat wisata yang paling terkenal bagi masyarakat di Purwokerto dan sekitarnya. Bahkan juga cukup populer diantara orang dari kota-kota lain di Pulau Jawa. Namun sampai saat ini wisatawan asing yang datang masih segelintir orang saja.

Pada liburan sekolah tahun ajaran 2011/12, ketika Kristin datang ke rumah saya untuk pertama kalinya, kami pergi ke Baturadden bersama dengan keluarga saya. Kami membawa makanan yang akan kami makan di sana seperti piknik keluarga pada umumnya. Setelah makan, kami mendaki sedikit ke Permandian Air Panas Pancuran Telu. Karena harus membayar lagi, hanya Ayah dan kakak saya yang masuk. Sementara saya, Kristin, dan ibu saya beristirahat di luar gerbang. Sebenarnya ada permandian air panas yang lebih besar yaitu Pancuran Pitu dengan mendaki lebih banyak anak tangga sejauh kurang lebih 2,5 kilometer. Di tengah jalan menuju ke Pancuran Telu, kami masih dapat menemukan hewan liar seperti tupai yang sudah tidak bisa dijumpai di area perkotaan. Selain itu ada banyak pula tanaman tropis yang menarik.
Kristin di antara dua naga Jawa
Bersama keluarga menikmati makan siang di Baturraden
Turun dari Pancoran Telu, kami makan lagi. Jika Anda tidak membawa makanan dari rumah, tidak perlu cemas akan kelaparan. Ada banyak penjual makanan dengan harga yang cukup murah di sini. Anda bisa menemukan sate kelinci, pecel, dan tentunya makanan khas daerah ini; tempe mendoan! Bahkan waktu itu kami juga menemukan siput dijual sebagai makanan di luar gerbang utama. Anda dapat menikmati makanan sekaligus udara yang masih sangat segar seperti di ruangan besar penuh AC. Sayangnya, di negeri ini banyak orang masih merokok sembarangan sehingga ketika sedang banyak pengunjung udara di sini pun ikut terkontaminasi. Oh ya, ngomong-ngomong, jika Anda penasaran dengan legenda Baturraden, Anda dapat membeli buku sejarahnya seharga Rp 5,000 di sana.

Pemandangan Baturraden dari jembatan tinggi
Banyak bebatuan besar di sini
Inilah tempe mendoan, makanan khas Kabupaten Banyumas
Inilah daftar harga tiket masuk dan atraksi lokawisata Baturraden (update per Desember 2013):
Tiket Masuk Lokawisata Baturraden....Rp  8,000
Tiket Masuk Terusan.............................Rp 20,000
Tiket Masuk Pancuran 7........................Rp  7,500
Terapi Ikan (30 Menit)..........................Rp  5,000
Teater Alam...........................................Rp  5,000
Cascade..................................................Rp  5,000
Flying Fox.............................................Rp 20,000
Curug utama di area lokawisata
Cascade alias air mancur ini diklaim sebagai yang tertinggi di Jawa Tengah.
Teater Alam menghadirkan film tentang keindahan alam Indonesia di dalam sebuah pesawat terbang.
Permandian Air Panas Pancoran Pitu Hotspring dapat diakses dari Lokawisata Baturraden
POSTING TERKAIT:
Pancoran Pitu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar