3 November 2015

Ujung Itu Bernama Tanjung Nusaniwe


Halo para pembaca, saat ini saya akan membahas tentang tempat yang ada di belakang saya ini.
Berdasarkan pengertian sederhananya, tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Sebagai pulau berbentuk mirip tengkorak manusia purba, Ambon memiliki beberapa tanjung seperti Tanjung Alang dan Tanjung Marthafonz. Keduanya cukup popular di kalangan penduduk lokal dan turis. Tapi ada satu tanjung lagi yang akan dibahas di sini. Ketika penduduk Kota Ambon berkata "tanjung", biasanya itu mengacu pada Tanjung Nusaniwe. Terletak di Desa Waimahu di sebelah selatan Pulau Ambon, tanjung ini menjadi pintu masuk bersama dengan Tanjung Alang di seberangnya. Setiap kapal yang datang dan keluar pelabuhan harus melewati celah ini. Lihatlah peta di bawah ini agar lebih jelas.
Peta Pulau Ambon
Konon meski singkat, ada kalanya ketika celah antara Tanjung Nusaniwe dan Tanjung Alang tertutup sehingga kapal-kapal maupun perahu tidak dapat berlayar masuk ke Ambon. Saat itu juga kondisi perairan di sekitar teluk Ambon menjadi ganas dan kabut tebal turun mengurangi jarak pandang. Ketika peristiwa seperti ini terjadi maka para pelaut yang kebetulan sedang belayar di sekitar sana akan berhenti dan langsung melepaskan pakaian mereka untuk dilemparkan ke dalam laut. Mereka percaya hal itu wajib dilakukan untuk menghindari bencana karena dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada suami istri yang dikutuk oleh para leluhur menjadi batu -yang satu di Tanjung Nusaniwe dan satunya lagi di Tanjung Alang- yang dikatakan sedang bersetubuh ketika peristiwa alam yang terdengar gaib ini terjadi.