25 Maret 2016

Singapura Gak Ada Matinya

Patung Merlion di malam hari
Tak diragukan lagi, Singapura merupakan destinasi wisata nomor satu buat orang Indonesia di luar negeri. Jaraknya yang cukup dekat membuat penerbangan ke negeri mungil ini seringkali lebih murah daripada penerbangan dalam negeri. Kemajuan infrastruktur serta keanekaragaman tempat wisata buatan tangan manusia di Negeri Singa telah menarik kurang lebih 3 juta orang Indonesia untuk berkunjung ke sana tiap tahunnya. Satu rombongan berisi 18 orang yang akan kami layani kali ini tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan jumlah tersebut, namun jumlah ini cukup merepotkan bagi kami yang biasanya hanya membawa kurang dari 10 orang saja dalam satu perjalanan tur. Terlebih lagi dari 18 orang tersebut ada anak kecil dan juga bayi.

Tiba lebih awal beberapa jam sebelum para peserta tur, kami berdua tidak menyia-nyiakan waktu luang yang ada dengan berkeliling Bandara Changi untuk berfoto-foto ria. Bandara yang satu ini sering dinobatkan sebagai bandara terbaik versi Skytrax setiap tahunnya. Tak berlebihan agaknya, karena memang bandara ini sangat memanjakan pengunjung dengan banyak sekali atraksi permanen dan temporer yang dapat dilihat baik di dalam area transit khusus penumpang maupun di area umum dimana semua orang dapat mengaksesnya. Dapat disimpulkan bahwa Bandara Changi bukan cuma tempat orang naik turun pesawat terbang, tapi adalah salah satu tempat wisata tersendiri di Singapura.

'Kinetic Rain' di Terminal 1 Changi Airport
Kipas angin raksasa 'Daisy' di Terminal 3 Changi Airport
Atap bangunan Terminal 3 yang unik dan terkesan futuristik
Karena terlalu jika menunggu di bandara hingga para peserta tur datang, kami bergegas ke hotel tempat kami dan seluruh peserta menginap di area Joo Chiat. Kawasan ini merupakan pilihan tempat menginap alternatif yang cukup bagus di Singapura karena harga hotel-hotelnya cukup murah dan bukan merupakan daerah lokalisasi seperti halnya Geylang. Selain bersih dari esek-esek, pemandangan bangunan tua khas Cina Peranakan di sepanjang Jalan Joo Chiat juga cukup menarik hati. Letaknya yang jauh dari keramaian membuat Joo Chiat semakin ideal untuk menjadi pilihan tempat tinggal di Singapura. Kami pun beristirahat sejenak di kamar hotel, menenangkan diri sebelum ketenangan ini dipecah oleh kedatangan 18 orang peserta tur kami.

Deretan rumah warna-warni di kawasan Joo Chiat yang jauh dari keramaian.
Hari sudah gelap seusai kami berdua mentransfer seluruh peserta tur dari bandara ke hotel di Joo Chiat. Segera setelah proses cek-in selesai, kami mengajak para peserta untuk keluar makan malam. Soal kuliner, kawasan inilah tempatnya. Sehabis makan malam, para peserta kami langsung bawa ke pusat kota yang masih ramai meski sudah cukup larut. Salah satu alasan orang banyak masih nongkrong di sekitar area Marina Bay adalah untuk menonton pertunjukkan sinar 'Wonderfull Laser Show' yang selalu ditampilkan dua kali setiap hari biasa dan tiga kali sehari untuk akhir pekan. Kami menonton pertunjukkan yang pukul 23.00 dari patung Merlion. Setelah pertunjukan sinar berakhir, para peserta masih betah duduk nongkrong di sana karena memang pemandangan kota Singapura di malam hari sangat indah. Tapi kami tetap harus membujuk para peserta untuk kembali ke hotel agar acara tur esok hari dapat diikuti dengan baik.

Gedung-gedung pencakar langit yang menghiasi pemandangan malam Singapura

Tepat di pinggir Marina Bay, salah satu titik nongkrong untuk menonton pertunjukkan laser

Masih banyak tempat yang mesti dikunjungi di Singapura dan beberapa di antaranya seperti Gardens by the Bay, Orchard Road, dan Pulau Sentosa akan kami sajikan pada para peserta tur di hari-hari berikutnya. Setelah rentetan tur ini selesai pun, kami masih terus mendapat peserta tur yang ingin pergi ke Singapura. Singapura memang gak ada matinya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar