24 Juni 2016

Harus Dicoba di Bangkok

Salah satu transportasi andalan penduduk Bangkok untuk menghindari kemacetan adalah perahu.
Tur eksklusif kami tanpa terasa telah memasuki penghujung acara dan kami tidak akan melewatkan hal-hal yang patut dicoba di Bangkok pada hari yang terakhir ini. Untuk catatan perjalanan tur pada hari sebelumnya dapat dibaca di sini.

Salah satu hal terbaik yang dapat dinikmati di Bangkok (dan kota-kota lainnya di Thailand) adalah makan sepuasnya alias buffet dengan harga terjangkau. Sebelumnya, kami juga pernah menikmati sajian buffet terjangkau di Hat Yai. Hotel tempat kami menginap menawarkan harga yang sangat masuk akal untuk sarapan buffet yaitu 180 baht per orang, bahkan bisa lebih murah 40 Baht jika saja kami memesan pada hari sebelumnya. Dengan uang yang kira-kira setara dengan Rp 70.000 itu, kami bisa menikmati berbagai jenis makanan, mulai dari nasi goreng, ayam, ikan, telur, daging, sosis, sayur-mayur dan buah-buahan. Saran saya sih, jangan lewatkan penawaran buffet seperti ini jika Anda ke Thailand. Dijamin tidak akan kecewa!

Well, setelah makan makanan empat sehat lima sempurna, kami pun dengan energi penuh melaksanakan agenda kami hari ini, yaitu berbelanja di Pratunam! Transportasi yang kami pilih kali ini adalah perahu yang mengarungi kanal Saen Saep. Cara ini dikenal kurang nyaman dan bau, namun di sisi lain juga murah, cepat dan efektif. Karena kami naik perahu pada jam orang berangkat kerja, kami pun harus menunggu beberapa perahu lewat hingga ada perahu yang sedikit lowong. Setelah melewati beberapa dermaga dan penumpang lainnya banyak yang turun, kami pun baru bisa duduk. Secara pribadi, saya salut terhadap kenek perahu ini (lihat gambar di atas) yang bisa menyeimbangkan diri berjalan di sela sempit sambil mengumpulkan ongkos dari para penumpang. Oh iya, ini cuma ada di Bangkok loh, jadi kalo datang ke sini harus coba naik transportasi yang satu ini!
Di pinggir kanal Saen Saep dengan dermaga perahu di belakang sana
Proses naik dan turun perahu ini pun penuh dengan perjuangan
Layar biru yang dipasang di samping kami itu bertujuan untuk
menghadang muncratan air sungai (meskipun tidak 100% terhadang)
Sesampainya di Pratunam, kami langsung masuk ke area perbelanjaan. Awalnya kami agak kecewa karena nampak tidak terlalu banyak pilihan barang dan tidak terlalu menarik. Tetapi ternyata itu karena kami belum betul-betul masuk ke pusatnya! Semakin ke dalam, semakin banyak barang trendi yang menggiurkan dibanderol harga super murah. Baju-baju dengan model terbaru yang tidak ditemukan di dalam negeri sangat menggoda mata. Maka jangan heran jika di Bangkok kita dengan mudah mendapati masyarakatnya mengenakan pakaian bergaya, mereka bisa dengan mudah dan murah membelinya!

Orang Thailand sepertinya cukup bangga dengan pakaian yang bangsa mereka produksi. Seorang ibu penjual pakaian yang kedainya kami hampiri membanggakan kalau dagangannya itu buatan dalam negeri Thailand, bukannya buatan Cina. Mungkinkah ada pedagang kita yang membanggakan produk dalam negeri seperti itu?
Salah satu sudut di Pasar Pratunam
Tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum menghantarkan peserta tur kami yang cuma satu orang ini ke bandara adalah MBK. Terkoneksi langsung dengan stasiun BTS National Stadium, mal yang bernama lengkap Mahboonkrong ini memang cukup ikonik. Namun, kini pusat perbelanjaan ini sudah bukan menjadi tempat terbaik untuk berbelanja karena harga barang-barangnya yang mahal, perbedaanya cukup jauh untuk produk yang sama di Pratunam. Kami memilih datang ke sini hanya karena tempat ini menyediakan penitipan tas gratis bagi turis. Sebenarnya kami sempat sangat menyukai mal ini karena pertama kali kami datang ke Bangkok, mal ini memberikan kaos gratis bagi turis. Kali ini yang ditawarkan adalah segelas es teh Thai  gratis di The Fifth Food Avenue dengan cara cukup menunjukan paspor. Akan tetapi, ini terlihat betul seperti jebakan turis. Harga-harga makanan di dalam foodcourt tersebut mahal sekali. Sekalipun hanya mengkonsumsi minuman gratis, ketika keluar kartu yang diberikan ketika tadi masuk akan discan dan tetap kita akan kena charge beberapa Baht untuk pajak pelayanan.
Mahboonkrong
MBK bukanlah satu-satunya mal di kawasan tersebut. Nyatanya, kawasan Siam adalah kawasan yang dipenuhi dengan sederetan mal, sebut saja Siam Paragon, Siam Square, Siam Center, dan Siam Discovery. Di dalam mal-mal tersebut terdapat barang-barang bermerk tapi tidak selalu mahal. Kalau masih belum puas berbelanja, di pinggiran jalan area Siam setiap harinya ada pasar malam dadakan. Tak pelak area ini menjadi tempat nongkrong yang asyik baik bagi para pelancong, pegawai kantor, maupun anak-anak sekolahan. 

Di akhir perjalanan kali ini, kami berkesimpulan bahwa Bangkok tidak dapat dipisahkan dari jajan dan berbelanja. Maka tepatlah kalimat yang mengatakan, "Anda tidak dapat menghindar berbelanja di Bangkok meskipun Anda telah mencobanya."
Patung vulgar di pusat kota. Berfoto di sini juga merupakan hal yang harus dicoba di Bangkok!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar